For the Love of Books

Budaya

Mengenal Kretek Lebih Dalam

OLEH NURAN WIBISONO
Editor jalankaji.net
nuran.wibisono@jalankaji.net

kretek
Sudah berpuluh tahun berlangsung perang antara industri rokok dan industri farmasi. Belum ada tanda-tanda perang ini akan berakhir.
Pada 1998, Robert A. Levy dan Rosalind B. Marimont menulis artikel berjudul “Lies, Damned Lies, & 400.000 Smoking-Relating Deaths” di jurnal Regulation (terbitan The Cato Institute). Levy adalah seorang praktisi hukum dan ekonom serta anggota dari lembaga think tank The Cato Institute. Sebermula dari artikel Levy dan Marimont (1998) itu perang antara industri rokok dan industri farmasi semakin sengit. Ada banyak buku dari kedua belah pihak yang membeberkan data dari berbagai penelitian. Pertikaian ini menghasilkan dua kubu: pendukung rokok dan kubu anti rokok.

Di antara perang yang sengit dan riuh itu, muncul sebuah buku yang melihat rokok dalam perspektif menarik, yaitu sejarah kebudayaan. Judulnya: Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes (selanjutnya disebut Kretek). Penulisnya adalah Mark Hanusz, pria berkebangsaan Swiss, yang juga pendiri dari penerbitan buku kelas premium, Equinox Publishing. Buku ini berhasil menyajikan sebuah gambaran utuh mengenai kretek, budaya Nusantara yang sudah lama ada sebelum gaduh perang industri rokok melawan industri farmasi. Read Moreā€¦