For the Love of Books

Cerpen

Subuh: Bukan Sekedar Fiksi

OLEH RULLI RACHMAN
Penulis; konsultan strategi perawatan mesin

subuh
Bicara soal Turki akan terasa membosankan ketika orang-orang hanya sibuk bicara tentang keindahan dan romantisme Selat Bosporus. Apalagi kalau semua berbicara dengan pilihan diksi yang sama: sunset. Dalam sekejap semua orang akan menjadi pujangga; puisi dan syair akan tercipta ketika melihat panorama matahari tenggelam di Selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia tersebut.

Seorang teman berkelakar, tidak ada hal yang buruk di Turki, katanya. Semuanya indah. Bahkan penjual es krim gerobakan pun memiliki wajah yang rupawan, tak ubahnya pemain sinetron yang sering kita jumpai di layar kaca.

Sebaliknya, Turki jadi terasa begitu getir di buku kumpulan cerita Subuh karya Selahattin Demirtas ini. Seher adalah bahasa Turki untuk kata Subuh. Ketika ditanya perihal pemilihan nama tersebut, Demirtas bilang, "Subuh menandai momen pertama munculnya cahaya dari kegelapan. Kegelapan mengira dirinya abadi, dan persis saat ia percaya dirinya telah mengalahkan terang, subuh memberinya pukulan pertama." Read More…

Cinta-Cinta Yang Kandas

OLEH ANWAR HOLID
Editor dan penulis, tinggal di Bandung
Blog: halamanganjil.blogspot.com


murakami
Men Without Women adalah kumpulan cerpen karya Haruki Murakami, penulis kontemporer Jepang yang paling dielu-elukan, setidaknya selama dua dekade terakhir ini. Aslinya rilis tahun 2014, buku ini terbit edisi bahasa Inggrisnya tiga tahun kemudian. Berisi tujuh cerita dengan tebal 228 halaman menunjukkan bahwa kumpulan cerpen di buku ini berjenis 'long short-story', jenis bacaan yang menawarkan kompleksitas lebih dibandingkan cerpen biasa.

Pada dasarnya semua cerpen di buku ini mengungkapkan cerita-cerita cinta yang ambyar. Hanya saja Murakami menuturkannya dengan memukau, meliuk-liuk, dan tidak cengeng. Mungkin cinta — bercampur dengan rasa sayang dan nafsu — bukan sesuatu yang sederhana, karena melibatkan pergolakan psikologi dalam diri karakter karakternya. Read More…

Kunang-Kunang di Langit Gelap Korea Utara

OLEH PHILIPS VERMONTE
Direktur Eksekutif CSIS, pendiri jalankaji.net
philips.vermonte@jalankaji.net



| |

th accusation
Dari Amerika Latin hingga Afrika, dari Eropa hingga Asia, rezim-rezim autoritarian datang silih berganti. Namun tidak ada rezim autoritarian yang tidak memunculkan perlawanan bahkan di tempat-tempat yang paling membelenggu sekalipun. Bukan sekali dua perlawanan-perlawanan itu dimulai oleh para penulis yang menolak untuk tunduk.

Di antara rezim autoritarian yang tersisa di dunia, Korea Utara adalah salah satu yang paling tertutup. Orang di luar hanya bisa berspekulasi mengenai apa yang terjadi di dalam. Nyaris tidak ada informasi yang keluar darinya. Korea Utara seperti lubang hitam di antariksa yang amat pekat gravitasinya sehingga bahkan cahaya tidak mampu keluar darinya.

Informasi yang keluar dari Korea Utara terbatas, walaupun sudah puluhan ribu warga Korea Utara mempertaruhkan nyawa melarikan diri dari rezim yang mencekik kebebasan ke negeri tetangga Korea Selatan. Pelarian yang beruntung bisa selamat, beberapa di antaranya kemudian menjadi penulis atau juga penyair. Akan tetapi, penulis buku kumpulan tujuh cerita pendek The Accusation: Forbidden Stories from Inside North Korea ini bukan salah satu dari para pelarian yang selamat itu. Read More…