For the Love of Books

Kunang-Kunang di Langit Gelap Korea Utara

OLEH PHILIPS VERMONTE
Direktur Eksekutif CSIS, pendiri jalankaji.net
philips.vermonte@jalankaji.net



| |

th accusation
Dari Amerika Latin hingga Afrika, dari Eropa hingga Asia, rezim-rezim autoritarian datang silih berganti. Namun tidak ada rezim autoritarian yang tidak memunculkan perlawanan bahkan di tempat-tempat yang paling membelenggu sekalipun. Bukan sekali dua perlawanan-perlawanan itu dimulai oleh para penulis yang menolak untuk tunduk.

Di antara rezim autoritarian yang tersisa di dunia, Korea Utara adalah salah satu yang paling tertutup. Orang di luar hanya bisa berspekulasi mengenai apa yang terjadi di dalam. Nyaris tidak ada informasi yang keluar darinya. Korea Utara seperti lubang hitam di antariksa yang amat pekat gravitasinya sehingga bahkan cahaya tidak mampu keluar darinya.

Informasi yang keluar dari Korea Utara terbatas, walaupun sudah puluhan ribu warga Korea Utara mempertaruhkan nyawa melarikan diri dari rezim yang mencekik kebebasan ke negeri tetangga Korea Selatan. Pelarian yang beruntung bisa selamat, beberapa di antaranya kemudian menjadi penulis atau juga penyair. Akan tetapi, penulis buku kumpulan tujuh cerita pendek The Accusation: Forbidden Stories from Inside North Korea ini bukan salah satu dari para pelarian yang selamat itu.

Buku ini berasal dari sebuah manuskrip, yang aslinya ditulis tangan di atas tujuh ratus lembar kertas, yang diselundupkan keluar dari Korea Utara melalui jalan berliku dan berbahaya. Sementara penulisnya sendiri, yang menggunakan nama pena Bandi, masih tinggal di Korea Utara. Mungkin saat ini masih hidup, atau mungkin tidak. Manuskripnya ibarat cahaya yang berhasil melepaskan diri dari lubang hitam amat pekat di antariksa itu.

The Accusation menceritakan kepada dunia luar bagaimana warga di Korea Utara berhadapan dengan rezim diktatorial yang masih bertahan hingga hari ini, di saat para diktator yang telah mencengkeram erat kekuasaan dalam waktu lama semakin banyak yang runtuh di tempat lain.

The Accusation merupakan kisah warga sehari-hari yang hidup dan bertahan di bawah rezim autoritarian yang tidak memberi toleransi secuil pun pada setiap kemungkinan ancaman bagi kelangsungan kekuasaan keluarga Kim. Tujuh cerita pendek ini ditulis dalam tahun-tahun yang terentang dari tahun 1989 hingga 1993, kurang lebih di masa kekuasaan Kim Ill-Sung dan Kim Jong-Il.

Sebagian cerita di dalam The Accusation bernada satir, sebagian lainnya menyiratkan kemarahan yang terpendam. Seperti cerpen berjudul “Pandemonium”, kisah satir mengenai Mrs. Oh yang diceritakan hendak mengunjungi anak perempuannya di propinsi sebelah. Mrs. Oh misuh-misuh mencela rezim sepanjang perjalanannya itu. Ia harus naik turun stasiun kereta karena ada “Class One event”, sebuah istilah untuk pengawasan yang diberlakukan amat ketat bagi acara atau daerah yang akan atau sedang dikunjungi oleh Pemimpin Besar Kim Il-Sung.

Saat ada “Class One event”, demi keamanan Pemimpin Besar jalan-jalan ditutup, warga harus antri panjang untuk bisa melanjutkan perjalanan mereka, pemeriksaan ketat dimana-mana, surat izin untuk bepergian harus dimiliki semua warga yang berada di jalan.

Tetapi, tak dinyana rombongan Kim Ill-Sung berpapasan dengan Mrs. Oh di jalan. Sang Pemimpin Besar turun dari mobil super mewahnya dan menawarkan tumpangan kepada Mrs. Oh untuk bersama-sama menuju rumah anak perempuannya itu.

Selama berhari-hari kemudian Mrs. Oh menjadi obyek laporan dan propaganda media Korea Utara berlebih-lebihan mengenai kebaikan hati dan keramahan Kim Il-Sung kepadanya yang dilihat sang Pemimpin Besar secara tak sengaja di jalan. Mrs. Oh menjadi sebal sendiri.

Kisah satir lain, “City of Specters”, adalah tentang seorang ibu bernama Gyeong-hee yang terpaksa menutup pemandangan dari jendela apartemennya dengan kain gorden besar rapat-rapat karena anaknya, Myeong-shik, selalu menangis keras bila melihat potret super besar Kim Il-Sung di seberang jalan yang terlihat begitu mencolok dari jendela apartemen tempat mereka tinggal. Petugas partai yang marah karena potret Pemimpin Besar dihalangi pemandangannya dari dalam apartemen Gyeong-hee dengan paksa menurunkan gorden itu.


"ia berharap tujuh cerita pendeknya ini cukup untuk sedikit menerangi kegelapan di bawah langit autoritarianisme Korea Utara"



Keputusasaan dan harapan yang telah lama menguap pada janji-janji revolusi yang dulu membuai juga terasa pada tujuh cerita di dalam The Accusation ini. “Life of a Swift Steed”, misalnya, berkisah mengenai Yong-su, seorang veteran Perang Korea yang dulu berujung pada pembelahan dua Korea itu. Membaca “Life of a Swift Steed” membuat jantung ikut berdentam-dentam saat menelusuri kalimat demi kalimatnya. Yong-su di masa mudanya adalah patriot Korea Utara dan pahlawan perang. Penuh semangat ia menanam sebuah pohon elm di halaman rumahnya sebagai tanda sumpah setianya pada partai dan negara sesaat setelah perang berhenti.

Saat tua ia hidup sengsara, bahkan untuk menghangatkan rumahnya di saat musim dingin menusuk tulang pun Yong-su tidak cukup uang, karena miskinnya Korea Utara. Cerita memuncak saat petugas partai bermaksud menebang pohon elm yang sudah tumbuh besar karena menghalangi sebuah proyek pembangunan.

Yong-su mati dalam kemarahan, terkena serangan jantung beberapa waktu setelah mengancam dan menantang berkelahi para petugas partai yang akan menebang pohon kesayangannya itu, yang ia tanam bertahun-tahun lalu sebagai tanda sumpah setia pada negara dan partai yang (pernah) ia cintai begitu dalam.

Class One event” dua kali dikisahkan oleh Bandi dalam tujuh cerpen ini. Bila satir terasa pada kisah “Class One event” yang dialami Mrs. Oh tadi, maka frustrasi dan getir menyeruak pada kisah mengenai Myeong-chol yang harus berdarah-darah terhuyung mencari jalan untuk mengunjungi ibunya yang sakit keras di kampung halaman. Sial bagi Myeong-Chol yang tidak punya surat izin bepergian, ia ditangkap petugas yang mencurigainya saat berusaha masuk ke kampung halaman tempat ibunya bermukim, yang ternyata sedang bersiap untuk sebuah “Class One event”.

Alhasil, ia tidak bisa masuk kampung halaman untuk menengok ibunya yang sakit dan kemudian meninggal dunia. Bisa dibayangkan kepedihan Myeong-Chol yang berteriak sekerasnya di dalam hati:

“what crime have i committed? Am I a thief or a murderer, to have to degrade myself like this? In this country of mine, is it a crime just to go and visit your sick mother?

“What good is a son in this country of ours? When a mother is lying on her deathbed, and her son can’t even show his face? Sons!

Bandi si Kunang-Kunang


Bandi, dalam bahasa Korea, berarti kunang-kunang yang kita tahu hanya bercahaya saat gelap malam. Penulis-penulis yang hidup dan berkarya di bawah langit gelap rezim autoritarian di manapun adalah jiwa-jiwa pemberani. Pramoedya Ananta Toer menghasilkan Tetralogi Pulau Buru saat di penjara. Pemenang Nobel Sastra Solzhenitsyn diasingkan ke kamp kerja paksa karena mengkritik sistem komunisme. Sempat direhabilitasi sebentar, namun akhirnya Solzhenitsyn diusir dari tanah kelahirannya Uni Soviet tahun 1974 setelah ia menulis The Gulag Archipelago yang mengisahkan kebrutalan kamp kerja paksa.

Bandi adalah kasus lain. Sosok asli Bandi, kabarnya, adalah penulis yang cukup punya nama di Korea Utara. Ia tergabung dalam asosiasi penulis Korea Utara, yang digunakan oleh, dan berada di bawah kontrol dan pengawasan ketat, aparatus propaganda partai dan rezim.

Oleh karena itu, penerbit manuskrip The Accusation di Korea Selatan dengan berhati-hati mengganti semua referensi nama dan tempat serta mengedit beberapa deskripsi biografis karena kekhawatiran bahwa aparat rezim keluarga Kim akan bisa merekonstruksi dan akhirnya menemukan sosok asli Bandi. Bandi tidak memutuskan untuk lari dari tanah airnya.

Mungkin ia tidak melihat ada harapan untuk selamat bila memilih untuk melakukannya. Tetapi ia berharap tujuh cerita pendeknya ini cukup untuk sedikit menerangi kegelapan di bawah langit autoritarianisme Korea Utara, dan mengabarkannya pada dunia. Dan dengan kesadaran penuh ia memilih menjadi kunang-kunangnya.

Sebelum diterbitkan, manuskrip asli The Accusation terlebih dahulu diperiksa dengan teliti oleh beberapa ahli mengenai Korea Utara untuk memastikan bahwa ia benar ditulis oleh seorang penulis dari dalam Korea Utara sendiri. Deskripsi tempat, nama, detil biografis terkait diperiksa. Akhirnya, pihak penerbit menyimpulkan bahwa tujuh cerita pendek dalam manuskrip asli adalah orisinal, walaupun identitas asli penulis tidak bisa diverifikasi seratus persen.

Ada banyak tokoh politik, demokratis atau tidak, yang mengagumi penulis-penulis walaupun pandangan politiknya mungkin berbeda. Salah satunya adalah Fidel Castro, pemimpin revolusioner Kuba, yang menulis “Chronicle of a Friendship Foretold” di majalah Foreign Policy (Maret/April 2003). Dalam tulisan itu Castro memuji penulis besar Kolombia Gabriel Garcia Marquez setinggi langit:

“I admire him above all when, if the exact word does not exist, he tranquilly invents it. How I envy that license of his!”

Bandi tampaknya tidak memiliki hubungan hangat dengan Kim Ill-Sung ataupun Kim Jong-Ill, tidak seperti Castro dan Garcia Marquez. Maka, penerbit The Accusation benar dengan keputusan untuk amat berhati-hati pada detail cerita dalam ketujuh cerpen ini, demi keselamatan jiwa sang penulis di Korea Utara.

Dalam manuskrip asli The Accusation, sang penulis melampirkan dua puisi. Satu puisi ia maksudkan untuk menjadi kata pengantar apabila manuskripnya berhasil selamat keluar dari Korea Utara dan diterbitkan. Satu puisi lagi tampaknya ia maksudkan untuk menjadi kata penutup. Membaca kedua puisi ini, kita tak akan ragu menyimpulkan bahwa Bandi adalah penulis yang menulis untuk hidup dan bertahan bersama warga sebangsanya di Korea Utara yang muram, dan mengajak kita merenungi kebebasan yang kita miliki:



(1) In Place of a Preface

That old man of Europe with his bristling beard
Claimed that capitalism is a pitch-black realm
While communism is a world of light

I, Bandi, of this so-called world of light,
Fated to shine only in a world of darkness,
Denounce in front of the whole world
That light which is truly fathomless darkness
Black as a moonless night at the year’s end.

---Bandi



(2) In a Place of Acknowledgments

Fifty years in this northern land
Living as a machine that speaks
Living as a human under a yoke
Without talent
With a pure indignation
Written not with pen and ink
But with bones drenched with blood and tears
Is this writing of mine

Though they be dry as a desert
And rough as a grassland
Shabby as an invalid
And primitive as stone tools
Reader!
I beg you to read my words

---Bandi


Info Buku:


Judul: The Accusation: Forbidden Stories From Inside North Korea
Judul asli: Gobal (2014)
Penulis: Bandi
Penerjemah: Deborah Smith
Penerbit: Grove Atlantic, 2017
Tebal : 247 halaman
ISBN: 978-0-8021-2620-7