For the Love of Books

Laurie Garrett, Ebola dan Pulitzer

OLEH IRWAN JULIANTO
Pensiunan wartawan Harian Kompas (1981-2013)


garrett
Motaba. Anda tak dapat melihatnya. Tapi Anda dapat mati karenanya. Dan amat cepat. Karena Motaba adalah virus paling mematikan yang pernah dikenal oleh sains. Jauh lebih ganas ketimbang virus Ebola yang menimbulkan kematian akut dalam seminggu dan tahun lalu menimbulkan wabah di Zaire, apalagi virus HIV penyebab AIDS kronis tapi kini menjadi momok dunia.

Laboratorium USAMRIID (United States Army Medical Research Institute of Infectious Diseases) di Frederick, Maryland, meneliti HIV-1 di lab dengan tingkat bahaya penyakit menular kedua atau biosafety level-2 (BL-2), HIV-2 di BL-3, sedang virus Ebola di BL-4, tingkat yang paling tinggi. Tak mengherankan jika kepanikan terjadi ketika tahun lalu diketahui bahwa virus Motaba menjalar dari pedalaman Zaire di Afrika ke Cedar Creek, sebuah kota kecil di California. Kota itu nyaris dimusnahkan dengan bom agar virus Motaba tidak menjalar ke seluruh Amerika.

Untunglah ini hanya kisah fiksi dari film Outbreak yang dibintangi dengan apik oleh Dustin Hoffman dan Morgan Freeman. Motaba hanya nama rekaan yang dibuat penulis skenario Laurence Dworet dan Robert Roy Pool, mengambil nama sungai Motaba di Zaire. Mirip dengan nama Ebola, yang juga nama sebuah sungai di Zaire.

Virus Ebola ditemukan tepat 20 tahun lalu oleh Dr. Peter-Piot, virolog Belgia yang kini menjadi pimpinan tertinggi Program PBB untuk Penanggulangan AIDS (UNAIDS). Kisah heroik penemuan virus yang amat mematikan itu dikisahkan dengan gaya bertutur yang amat indah oleh Laurie Garrett dalam bukunya The Coming Plague: Newly Emerging Diseases in a World Out of Balance yang terbit tahun 1994. Buku ini sempat dicetak belasan kali dan menjadi best seller tahun 1995.

Tidak mustahil penulis Outbreak mengambil ide dari buku Garrett, karena sama-sama melibatkan Zaire dan kera sebagai hospes intermedier. Kebetulan tahun 1990 terjadi dua outbreak infeksi virus yang menyerupai Ebola pada fasilitas primata di Amerika Serikat.

Ketika terjadi ledakan wabah virus Ebola lagi tahun lalu di Zaire, Garrett terjun langsung ke daerah wabah dan membuat liputan untuk koran tempatnya bekerja, Newsday yang berkantor di Long Island, New York. Untuk liputannya ini Garrett memperoleh Hadiah Pulitzer tahun 1996, dan memperoleh hadiah uang 3000 dollar AS.

Hadiah jurnalistik Pulitzer yang diraih Laurie Garrett mungkin tak sehebat Pulitzer kategori Reportase Internasional yang diberikan kepada David Rohde yang meliput kekejaman perang di Bosnia dan menemukan kuburan massal di Sberenica. Kendati demikian, sepertinya halnya Rohde yang mempertaruhkan nyawanya di Bosnia, Garrett juga menyabung nyawa ketika meliput ledakan wabah virus Ebola langsung di Zaire.

Menurut laporan yang disajikan dalam homepage Pulitzer, Garrett sebenarnya dimasukan dan dinominasikan dalam kategori Reportase Internasional, tapi kemudian dipindah oleh Dewan Hadiah Pulitzer ke kategori Jurnalisme Pemaparan (Explanatory Journalism). Garrett dinyatakan sebagai pemenang karena “liputannya yang amat berani” terhadap wabah Ebola.

Garrett, wartawan sains dan kesehatan harian Newsday dari Long Island, New York, mengalahkan delapan wartawan dari tiga koran besar.

Tentang kemenangannya, Garrett hanya berkomentar: “idealnya dengan kemenangan ini saya dapat menarik perhatian dunia atau paling tidak perhatian bangsa Amerika tentang beban kesehatan yang harus ditanggung negara-negara berkembang. Fasilitas kesehatan di negara-negara ini justru sesungguhnya menambah laju penularan penyakit ketimbang mengobati dan mengendalikan penyakit”.

Dalam buku The Coming Plague setebal 750 halaman itu Garrett tidak hanya berkisah tentang virus Ebola dan drama penemuannya, tapi juga tentang virus-virus lain seperti Machupo (penyebab demam berdarah Bolivia), Marburg, Lassa, Hanta, hingga HIV. Buku Garrett ini mengingatkan kita kepada buku klasik Silent Spring karya Rachel Carson yang mengisahkan rusaknya lingkungan akibat penggunaan pestisida dan ulah manusia yang tidak bersahabat dengan alam.

Laurie Garrett telah berbuat jasa besar memperkenalkan jerih payah para ahli virus


Isi buku Garrett adalah pesan bahwa dunia dapat menghadapi balas dendam aneka virus dan kuman penyakit, yang tadinya hidup damai di pedalaman hutan hujan tropis di Afrika, Amerika Lain, dan Asia, yang kini sudah banyak dirambah dan dijarah oleh keserakahan manusia. Dengan mobilitas penduduk dunia, virus apa saja dapat merajalela di seluruh dunia tanpa memandang batas-batas negara. Ini sudah terbukti dengan merebaknya HIV yang menyebabkan pandemi AIDS.

The Coming Plague ditulis Garrett setelah melakukan riset yang melelahkan ketika ia magang selama dua tahun di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard. Antara September 1992 hingga Juni 1994 ia memperoleh kehormatan terpilih sebagai Visiting Fellow untuk Harvard Journalism Fellowship for Advanced Studies in Public Health. Sayang sekali program ini selesai sejak dua tahun terakhir ditiadakan karena tak ada dana. Selama satu tahun pertama ia di Harvard, Garrett memperoleh dukungan dana dari Alfred P. Sloan Foundation dan Newsday, koran tempatnya bekerja.

Tapi yang lebih luar biasa, buku itu ditulis dengan tulisan tangan karena Garrett tidak bisa lagi menggunakan keyboard komputer akibat kecelakan kerja (yang tidak disebutkan kapan terjadinya). Tulisan tangannya itu kemudian diketik oleh beberapa orang lain, antara lain Sue Mc Lauglin, seorang mahasiswa pasca sarjanadi FKM Harvard. Dana untuk membayar McLauglin diperoleh dari Dekan FKM Harvard, Harvey Fineberg.

Garrett tidak hanya membuahkan The Coming Plague sebagai hasil magangnya di Harvard, tetapi juga satu bab dalam buku AIDS in the World yang diterbitkan oleh the Global AIDS Policy Coalition dari Harvard University Press tahun 1992. Dalam buku yang disunting oleh Prof. Jonathan Mann dan Daniel JM Tarantola itu Garrett menulis Bab 18 berjudul "The Next Epidemic". Ia meramalkan, menjelang tahun 2000 ini akan makin banyak virus baru teridentifikasi dan akan merupakan ancaman serius bagi umat manusia yang jumlahnya terus bertambah dan tinggal di lingkungan yang makin rusak atau bermigrasi dari desa ke kota.

Tak mengherankan jika Jonathan Mann yang pernah menjadi Direktur GPA (Global Program on AIDS) WHO, yang kini menjadi guru besar di FKM Harvard dan Direktur International AIDS Center di Harvard AIDS Institute sampai menulis kata pengantar untuk buku The Coming Plague. “Laurie Garrett telah berbuat jasa besar memperkenalkan jerih payah para ahli virus seperti pakar Ebola di CDC, Joe McCormick, kepada khalayak yang lebih luas”, tulis Mann.

Lebih lanjut Mann menulis pula, “Buku ini menyuarakan tanda bahaya. Dunia membutuhkan -kini- suatu sistem peringatan dini global yang mampu mendeteksi dan tanggap terhadap ancaman penyakit menular yang baru muncul bagi kesehatan. Tidak ada peringatan yang lebih jelas dibanding AIDS. Laurie Garrett telah memaparkannya dengan jelas untuk kita. Sekarang kita mengabaikannya atau kita akan menanggung risikonya.”

Laurie Garrett sendiri dalam ucapan terimakasihnya pada bagian akhir buku The Coming Plague menyatakan hanya sedikit surat kabar di Amerika yang memberikan perhatian yan berlanjut terhadap AIDS, isu-isu dunia berkembang, kesehatan masyarakat, atau masalah kebijakan kesehatan internasional. “Newsday termasuk dalam perkecualian itu. Dan saya bersyukur untuk hal ini,” tulisnya.

Sebelum bergabung dalam Newsday dan New York Newsday, Garrett adalah koresponden sains untuk National Public Radio (NPR) antara thun 1980-1988. Ia juga banyak menulis artikel sains dan kesehatan populer untuk The Washington Post Magazine, Los Angeles Times, majalah Omni dan banyak lagi.

Pada halaman depan The Coming Plague, Garrett tak lupa pula berterimakasih kepada penduduk Bukoba, Lasaka, Dar es Salaam, dan lusinan tempat di Afrika lainnya yang selama bertahun-tahun mau berbagi kehidupan dan kebijakan dengannya. “Anggaplah ini sebagai down payment untuk utang yang luar biasa besarnya.”

Dengan Hadiah Pulitzer yang diraihnya, cicilan utangnya bertambah lagi.

* tulisan ini pertama kali dimuat di Harian Kompas 13 April 1996.

Info Buku:


Judul: The Coming Plague
Penulis: Laurie Garrett
Penerbit: Farrar, Straus and Giroux, New York, 1995
Tebal : 750 halaman
ISBN: 0-376-12646-1