For the Love of Books

Persoalan Roman Kiwari

OLEH ARMAN DHANI
Editor jalankaji.net
arman.dhani@jalankaji.net

Tahun 2020 akan segera berakhir. Beberapa hari ke depan, kami akan memuat tulisan-tulisan ringkas dari para editor di jalankaji.net mengenai buku favorit yang mereka baca selama tahun 2020 di tengah masa pandemi ini.

Redaksi Jalankaji.net


| |

modern_love
Salah satu hal paling mengerikan yang lahir dari pandemi bukan hanya kematian karena wabah, tapi kesunyian, kesepian, dan hilangnya interaksi antar manusia saat melakukan isolasi mandiri. Satu dari empat orang dewasa di Amerika mengalami kesepian saat pandemi dan berkembang jadi depresi. Segala bentuk afeksi yang sebelumnya kita anggap biasa, seperti sentuhan, kontak fisik, dan pertemuan langsung, kini jadi mimpi buruk.

Pandemi membuat segala proses interaksi manusia serba terbatas. Akan makin runyam jika kalian hidup sendiri dan hendak memulai relasi baru. Persoalan paling merepotkan dari hubungan manusia adalah interaksi yang butuh waktu dan pemahaman kompleks. Ini yang mendasari lahirnya kolom Modern Love di New York Times. Kolom yang dimulai sejak 2004 ini berisi berbagai cerita tentang hubungan manusia mulai dari pengkhianatan, percintaan yang kandas, perasaan yang tak berbalas, hingga imajinasi personal yang problematik.

Kolom ini kemudian dibukukan pada September tahun lalu dan dieditori oleh Daniel Jones. Buku ini jadi relevan saat pandemi karena ia membuat kita teringat kehidupan sebelum wabah hadir. Saat kita jatuh cinta, bersama, berpisah, patah hati, dikhianati, kecewa, berharap, dan berbahagia.

Ada dua kisah penting yang sangat personal bagi saya. "Uh, Honey, That's Not Your Line" dan “You May Want to Marry My Husband". Yang pertama bercerita tentang ekspektasi berlebih terhadap pasangan dan betapa beracin hubungan semacam ini. Yang kedua tentang merelakan seseorang yang kita cintai untuk menemukan kebahagiaan bersama yang lain.

Persoalan paling merepotkan dari hubungan manusia adalah interaksi yang butuh waktu dan pemahaman kompleks. Ini yang mendasari lahirnya kolom Modern Love di New York Times.


Modern Love: True Stories of Love, Loss, and Redemption adalah buku yang bisa menyelamatkan kemanusiaan kita. Bukan karena ia tendensius dan muluk-muluk bercerita tentang moral atau narasi besar, tapi karena buku ini bercerita tentang manusia-manusia yang nyata. Perasaan-perasaan yang utuh dan dekat. Seseorang yang masih saling mencintai tapi harus berpisah, seseorang yang jatuh cinta lantas ditinggalkan, dan yang paling penting buku ini ditulis dengan sangat baik tanpa berusaha menjadi tukang khotbah. 
Info Buku:


Judul: Modern Love: True Stories of Love, Loss and Redemption
Penulis: Daniel Jones (editor)
Penerbit: Crown Publishing, New York; 2019
Tebal : 304 halaman
ISBN: 978-0-5931-3720-8